
COVID-19 and Economic Crisis in Indonesia 2020
Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia juga tidak kalah hebat daya rusaknya, sama dengan yang terjadi di seluruh dunia. Secara resmi pemerintah Indonesia menginformasikan kasus COVID-19 pertama di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 dan hanya dalam waktu 1 bulan, yaitu sekitar 9 April 2020, COVID-19 sudah tersebar ke seluruh provinsi di Indonesia.
Indonesian Covid-19 Cases as of 10 September 2020 (Satgas Covid, 2020)
Selain mengakibatkan banyak penduduk indonesia yang tertular dan meninggal dunia, pandemi COVID-19 di Indonesia juga mengakibatkan terjadinya lockdown di seluruh Indonesia sebagai salah satu cara untuk mengurangi persebaran virus ini. Hal tersebut juga mengakibatkan perubahan pola hidup dari penduduk Indonesia serta yang tidak kalah terpenting adalah mengakibatkan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia sama seperti yang terjadi di seluruh dunia.
Kasus COVID-19 sudah menjadi musibah bagi seluruh dunia, per minggu ke-2 Agustus 2020 sudah terjadi 22,5 Juta kasus terkena corona di seluruh dunia dengan angka kematian di 790 Ribu dan terus bertambah. Hal ini mengakibatkan terjadi Great Lockdown sehingga pertumbuhan ekonomi dunia mengalami kontraksi sebesar 5,2% dan mengalami 3 kali penurunan lebih besar dibandingkan dengan krisis ekonomi tahun 2009.
Melihat perkembangan dari penelitian dan pembuatan vaksin atas virus corona ini, ada kemungkinan vaksin yang cukup efektif baru akan dapat terjadi paling cepat di semester 2 tahun 2021, sehingga dunia akan mengalami ledakan kasus COVID-19 yang masih cukup panjang. Selain itu untuk pemulihan ekonomi pun belum akan terjadi, selama vaksin yang efektif belum ditemukan, bahkan menurut analisa para ahli ekonomi, paling tidak dibutuhkan waktu sekitar minimal 2-3 tahun untuk mengembalikan PDB Dunia ke level yang sama dengan PDB Q4 tahun 2019.
EY Covid-19 Impact Analysis for Indonesian (EY, 2020)
Data per awal Agustus 2020 memperlihatkan untuk pertama kalinya sejak dihantam krisis moneter 1998, ekonomi Indonesia mengalami penyusutan atau kontraksi pada triwulan kedua tahun ini. Data dari BPS menyatakan angka Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II 2020 menyusut sebesar 5,32%. Ketika terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998, ekonomi Indonesia menyusut sebanyak 13,3%. Dengan terjadinya lockdown akibat virus maka impactnya adalah penurunan konsumsi dan mobilisasi di masyarakat, sehingga berpengaruh pada industri manufaktur dan perdagangan yang juga turun. Jika di kuartal ketiga PDB Indonesia masih minus, maka Indonesia akan memasuki resesi ekonomi lagi secara resmi setelah resesi di tahun 1998.
Berdasarkan dari pengalaman krisis ekonomi / moneter di tahun 1998, paling tidak Indonesia membutuhkan waktu 5 tahun untuk memulihkan kondisi ekonomi ke posisi sebelum krisis. Disisi lain krisis ekonomi / moneter tahun 1998, hanya berdampak terhadap beberapa sektor saja, tidak seperti krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 ini yang berdampak ke semua sektor.
Laju Pertumbuhan Triwulanan YoY (BPS, 2020)
COVID-19 mengakibatkan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi pada Q2-2020. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q2-2020 mengalami kontraksi -5.32% (YoY), jauh lebih rendah dibandingkan Q1-2020 2.97% (YoY). Menurut pengeluaran, aktivitas konsumsi mengalami kontraksi (termasuk pengeluaran pemerintah), demikian pula dengan aktivitas investasi & ekspor. Dari sisi sektor usaha, pertumbuhan yang paling tinggi dicatatkan oleh sektor Infokom, sementara yang paling terkontraksi adalah sektor Transportasi.
More detail please check my podcast. Thanks
Indonesian Covid-19 Cases as of 10 September 2020 (Satgas Covid, 2020)
EY Covid-19 Impact Analysis for Indonesian (EY, 2020)
Laju Pertumbuhan Triwulanan YoY (BPS, 2020)