Kita mulai dengan apa itu corona virus?
Corona virus adalah suatu penyakit saluran pernafasan atas yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yang diebut severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyakit virus corona ini telah menjadi pandemi kelima yang tercatatkan sejak pendemi virus flu di tahun 1918.
Penyakit virus corona jenis baru ini secara resmi dilaporkan terjadi pertama kali di Wuhan-China sejak Desember 2019 dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Virus corona ini diperkirakan penularannya berasal dari hewan dan kemudian juga menular antar manusia, karena sifat virus ini yang sangat menular, dapat menyebar dengan sangat cepat dan juga mudah berevolusi. Ketiga sifat virus tersebut yang mengakibatkan virus ini amat sangat cepat menginspeksi seluruh negara di dunia. (Liu et al., 2020)
Virus ini menyebar, utamanya melalui small droplet dari mulut orang yang batuk, bersin ataupun berbicara. Meskipun droplet biasanya tidak menyebar melalui udara, tetapi penularan juga dapat disebabkan apabila droplet mengenai benda dan benda tersebut kemudian dipegang oleh orang lain dan mengenai bagian hidung dan pernafasannya. Beberapa gejala dari orang yang terkena penyakit virus corona ini adalah demam, batuk, sulit bernafas dan kehilangan fungsi indera perasanya.
Beberapa tindakan pencegahan atas virus corona ini, antara lain adalah peningkatan tindakan kebersihan seperti cuci tangan lebih sering, memakai masker pelindung mulut dan hidung, menjaga jarak pada saat berinteraksi dengan orang lain, melakukan pengurangan mobilitas dan kegiatan yang berinteraksi dengan banyak orang.
A Timeline of Pandemic since 1918 (Liu et al., 2020)
Dimasa terjadinya pandemi corona virus ini, banyak bermunculan istilah baru, mulai dari WFO, WFH, New Normal, Pandemic hingga Black Swan Events.
Beberapa istilah di atas sudah menjadi bahasa sehari-hari kita saat ini, bagaimana dengan Black Swan Events? Black Swan adalah istilah yang dicetuskan oleh Nassim Nicholas Taleb, ahli statistik Amerika-Lebanon. Istilah angsa hitam dimaksudkan kepada peristiwa tidak terduga namun memberikan dampak serius yang menimbulkan gejolak dan bahkan resesi ekonomi.
Sebuah peristiwa masuk dalam kategori Black Swan apabila memenuhi syarat kemungkinan kejadian peristiwa kecil, berdampak sangat besar bagi perekonomian, dan setelah peristiwa itu terjadi, kemudian akan banyak orang mulai menyadari bahwa sebenarnya setiap risiko dapat diperhitungkan.
Black Swan adalah peristiwa yang sangat langka dengan konsekuensi yang parah. Hal ini tidak dapat diprediksi sebelumnya, meskipun setelah kejadian tersebut, banyak yang secara salah mengklaim bahwa hal tersebut seharusnya dapat diprediksi.
Peristiwa Black Swan dapat menyebabkan kerusakan besar pada perekonomian dengan berdampak negatif pada pasar dan investasi, tetapi bahkan penggunaan pemodelan yang kuat tidak dapat mencegah peristiwa Black Swan. Mengandalkan alat forecasting standar dapat gagal memprediksi dan berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap Black Swan dengan menyebarkan risiko dan menawarkan false security.